Postingan

PERBAIKI NIAT

“ Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yaang ia natkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju“ (HR.Bukhari) Jika kita membaca hadis diatas, betapa Islam sangat memperhatikan urusan hati dan niat, karena hati merupakan kunci utama setiap amalan kita, dan niat adalah ruh dari pererakan jasad kita. Jadi mulai sekarang kita perlu merenungkan kembali, setiap amalan yang kita lakukan sejatinya niatnya apakah sudah selaras ? apakah sudah benar-benar murni karena Allah, ataukah ada unsur lain yang menungganginya ? jika setiap amalan itu tergantung dari niatnya, maka dengan otomatis balasan yang kita dapatkan adalah sesuai dengan yang kita niatkan.  Karena niat merupakan tolak ukur suatu amalan, diterima atau tidaknya, serta pahalanyapun juga tergantung niatnya.  Memang ...

MENIKAH, BUKAN PERKARA “KAMU MAU DAN SAYA MAU ”

Menikah memang pembahasan yang selalu membuat orang antusias untuk kebanyakan orang, karena bisa dibilang menikah itu kita memilih pelengkap separuh jiwa kita, kalau dalam agama istilahnya, menikah adalah menyempurnakan separuh agama, seperti sabda Rasulullah SAW, “ Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya” (HR.Baihaqi). Dalam Hadis tersebut menjelaskan bahwa keutamaan dari menikah adalah untuk menyempurnakan separuh agama dan kita diperintah untuk menjaga diri dari separuhnya lagi.  Lantas kenapa kira-kira sebab dikatakan menikah merupakan penyempurna agama kita? Dikatan oleh para ulama, bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Kemaluan yang bisa mengantarkan manusia kepada lubang perzinaan,  sedangkan perut merupakan filosofi dari sifat serakahnya manusia, dengan menikah, artinya kita berusaha mencari benteng untuk diri kita sendiri agar tidak terjeru...

REHAT

Rehat, mungkin salah satu cara kita melepaskan semua penat, semua kekecewaan, kesibukan duniawi, semua harapan, semua angan, cita-cita. Saat kita mengalami titik puncak kepenatan atas segala problema kehidupan, rasanya firikan menjadi buntu, hilang arah. Disaat itu pula kita butuh rehat, dari semuanya, kita harus punya waktu untuk diri sendiri, kalau dalam istilah gaulnya me time, waktu ku. Waktu untuk menghargai diri sendiri, memulihkan tenaga, memulihkan pikiran, memulihkan spirit.  Kita bisa lalukan dialog pada diri sendiri, kita perlu refleksi diri, kira-kira apa selama ini kita sudah melakukan kesalahan ? atau kita sudah banyak melakukan kebaikan? mereset ulang semua yang ada pada diri kita, hingga hati tetap saja merasa gelisah dan tak kunjung menemukan ketenangan. Padaha kita sudah berusaha untuk menambah ibadah kita, berusaha menjalin kemesraan dengan Allah. Namun kenapa ketenangan itu tidak kunjung kita dapatkan ? Jangan-jangan ada yang salah, jangan-jangan apa yang disuka...

PEMBELAJARAN DARING BIKIN GREGET ?, SIAPA YANG SALAH ?

                                                                     Covid 19 membawa pengaruh yang sangat besar disemua sektor, sejak sekitar bulan Februari  masyarakat Indonesia ada yang terkonfirmasi positif, pemerintah bergerak cepat mengambil langkah paling jitu guna menangkal penularan virus covid 19 semakin meluas. Gerak masyarakat diwilayah pun dibatasi, fasilitas-fasilitas umum juga banyak yang ditutup sementara, hal itu bertujuan untuk mengurangi kerumunan, agar tingkat penularan tidak semakin meningkat.  Namun, tidak hanya dari sektor ekonomi yang menjadi terdampak, sektor pendidikan juga menjadi salah satu sektor yang kena imbasnya, banyak sekolah yang tutup sementara. Pembelajaran tatap muka ditiadakan, diganti dengan pembelajaran daring (online). Guru kelaba...

SUDAH, DIMAAFKAN SAJA.

                                                                    Tidak bisa dipungkiri memaafkan orang lain yang telah berbuat kesalahan kepada kita memang sesuatu yang tidak mudah, apalagi jika seseorang itu sudah membuat membuat kita kecewa, sakit hati,  bahkan kepercayaan yang kita berikan kepada orang tersebut tak jarang menjadi berkurang.  Dalam Islam, memaafkan orang lain merupakan perilaku yang mulia. Kesulitan memaafkan orang lain sebanding dengan besarnya pahala yang Allah janjikan, karena Allah Maha Pemaaf,  maka Allah sangat menyukai manusia yang memiliki sifat pemaaf. Allah juga memberikan dan menambah kemuliaan bagi siapa saja yang mempunyai sifat pemaaf.  Hal tersebut dipertegas Allah dalam firman-Nya . Q.S Al-Syura ayat 40 :  “ Dan balasan su...

MELAWAN ARUS ATAU MENGIKUTINYA ?

                                                          Kehidupan akan selalu memaksa kita untuk memilih. Dan berbagai pilihan selalu memiliki konsekuensi dan resikonya. Banyak yang memilih berdasarkan arus kehidupan dimana dia sedang menjalani hidupnya, ada juga dia yang berani mengambil resiko lain dengan berbalik arah dan melawan arus. Jika ditanya mana yang paling tepat, maka yang paling tepat adalah diri sendiri yang bisa menjawabnya. Karena setiap orang punya prinsip masing-masing. Dan prinsip itupun juga dipengaruhi oleh keilmuan orang tersebut. Semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, maka semakin luas pandangannya dalam menentukan sebuah pilihan.  Dalam menjalani kehidupan, setiap waktu mempunyai zamannya sendiri, kita tetap dituntut untuk menentukan pilihan. Mengikuti arus atau melawan arus zam...

SAYANGI APA YANG DIBUMI, MAKA YANG DILANGIT AKAN MENYAYANGIMU

Pernahkah kalian mendengar kata-kata seperti itu, ternyata kata-kata itu tidak hanya sekedar ucapan tanpa makna, yang keluar begitu saja. Kata-kata itu disadur dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.  “ Sayangilah semua yang ada dibumi, maka semua yang ada ilangit akan menyayangimu”.  Islam, merupakan agama yang sempurna, karena ajarannya mencangkup segala hal. Segala permasalahan makhluk Allah diatur dalam Islam, termasuk dalam hubungan kita dengan makhluk Allah. Sampai hal yang kita anggap itu sesuatu yang remeh.  Hadis itu mencangkup semua konteks, termasuk dalam hal menerbar kasih sayang dengan hewan, kita tidak pernah bisa mengukur nilai sebuah kebaikan.  Karena kebaikan sekecil apapun akan selalu mendapatkan balasan oleh Allah SWT.  “ Barang siiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula” (Q.S A...

PENASEHAT TERBAIK

              ........ Dalam hidup, kala masalah mendera, kerumitan urusan dunia silir berganti. Lelah, emosi, kecewa, sedih, semua berbaur menjadi satu. Seolah menjadi titik puncak keadaan diri paling rapuh.   Namun, apalah arti semua urusan yang melelahkan itu, jika hakikat dunia adalah fana. Ia hanya fatamorgana yang tampak indah dari kejauhan, dan semakin kau kejar semakin   jauh ia meninggalkanmu. Coba kita ingat-ingat sabda Rasulullah, “ Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (HR. Turmudzi)   Setidaknya kita bisa merenungkan sabda Rasulullah tersebut. Bahwa kenikmatan yang selama ini kita kejar-kejar didunia, mati-matian kita usahakan, hanyalah kenikmatan semu. Kita dianjurkan untuk memingat-ngingat pemutus kelezatan itu dengan mengingat kematian. Tak pandang usia, tak pandan jabatan, tak pandan gelar pendidikan. Semua orang pasti akan mengalami kematian. Sejauh apapun kita akan berlari, bahkan berlindung dibalik dind...

BERDIALOG DENGAN WAKTU

  “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya maka ia yang malah akan menebasmu. Dan jika dirimu tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia . (Dalam kitab al-jawabul Kafi Karya Ibnu Qayyim )   Jika kita bisa memutar waktu, tentu kita akan berbalik arah dan memperbaiki waktu yang terlewat disetiap detiknya. Waktu yang terbuang sia-sia saat kita masih anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bila kita renungkan kembali, akan terasa banyak sekali waktu yang terbuang sia-sia, dengan urusan yang tidak bermanfaat. Banyak waktu luang yang kita biarkan berlalu begitu saja, tanpa kita manfaatkan dengan hal-hal yang   bisa menambah pundi-pundi amal kebaikan. Apapun yang kita lakukan, sesibuk apapun aktivitas kita disetiap harinya. Waktu akan terus berputar, pagi akan berganti dengan siang, siang akan berganti dengan sore, dan sore akan berlanjut menjadi malam, dan malampun akan berganti lagi dikeesokan harinya, bertemu dengan pagi har...

YANG KUAT AKAN BERTAHAN, YANG LEMAH AKAN TERGERUS DAN TUMBANG.

  Orang bilang, dalam hidup jangan melihat hasil yang kau peroleh, tapi lihat bagaimana cara kamu memperoleh hasil tersebut. Yang perlu kamu hargai adalah bagaimana cara kamu memperoleh tujuan itu, karena apalah arti sebuah hasil jika hasil itu tidak didapatkan dengan cara yang baik ? marilah belajar untuk menghargai proses,  karena dari proses kamu akan tau bagaimana hakikat mencari, hakikat berjuang, hakikat jatuh, hakikat semangat yang mebara. Dari proses kamu bisa belajar banyak hal, bahwa hidup ini selalu punya dinamika, adakalanya kamu akan naik dan mencapai puncak, adakalanya pula kamu juga akan terjatuh dan berada diposisi paling bawah. Layaknya naik roller coaster, perasaanmun seperti naik turun, tanpa kamu bisa mengendalikannya. Mungkin kau akan selalu siap menghadapi situasi jaya, namun belum tentu kau akan siap kala diuji dengan runtuh. Namun, ada hal yang perlu kita yakini, bahwa akan selalu ada kemenangan disetiap kekalahan, akan selalu ada kemudahaan disetiap ke...

HIDUP ADALAH PERGERAKAN TIADA HENTI

  Teringat pepatah yang diungkapkan oleh Imam Syafi’i   : “ Aku melihat air menjadi rusak, karena diam tertahan, jika mengalir mejadi jernih. Jika tidak mengalir, akan keruh menggenang” Ungkapan itu seperti menjadi pelecut semangat kita. Untuk senantiasa bergerak, melakukan hal apapun yang bisa menambah poin pahala kita.   Jika bergerak dikaitkan dengan rizki, maka segala   gerak langkah yang kita lakukan, kemudian dengan gerak langkah itu Allah memberikan kecukupan, berupa harta, kesehatan, anak, istri, pekerjaan, pakaian, dan segala apapun yang dapat manusia rasakan, hal itu merupakan rezeki. Jadi bisa dipastikan konsep rezeki yang selama ini kita anggap berupa harta atau materi itu tidak sepenuhnya benar. Karena rezeki adalah semua hal yang saat ini kita rasakan, atas karunia Allah dan kehalalannya. Jadi tidak ada pilihan lain untuk manusia selain bergerak dan terus bergerak.   Dan Allahlah yang meminta kita untuk terus bergerak, “Maka, apabila kamu tel...

KEMANTAPAN HATI AKAN DIUJI

Pernahkah kalian saat berusaha memantapkan hati pada suatu pilihan, tiba-tiba ada masalah yang menerpa, entah itu persoalan kemantapan jodoh, kemantapan pekerjaan, kemantapan ibadah, dan kemantapan lainnya, yang tujuannnya adalah bermuara pada kedekatan kepada Allah. Apakah jika kita sudah yakin pada suatu pilihan, lantas kita tidak diuji dengan pilihan itu ? tentu, kita akan diuji dengan berbagai hal yang bisa jadi akan menggoyahan kemantapan kita atas pilihan tersebut. Hal itu bisa berasalah dari luar diri kita, atau bisa juga berasal dari keraguan dalam hati kita sendiri. Namun taukah kita, ujian yang akan kita terima itu adalah bentuk kasih dan sayangnya Allah terhadap hambanya ? Coba kita cek dalam sebuah hadis mengungkapkan bahwa, “ Jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka akan diuji” (HR.At-Thabrani)   Kita diuji sesuai dengan seberapa besar kadar keimanan kita, dan tujuan dari diujinya kita tidak lain untuk mensucikan kita dan meningkatkan derajat kita. Bukan...